Total Tayangan Halaman

Selasa, 04 Januari 2011

Hasil Survey: Lebih dari 50 Persen ABG Sudah Tidak Perawan

Ketua Pusat Studi Gender dan Perlindungan Anak Universitas Negeri Medan, Meuthia Fadila Fachruddin mengatakan, pendidikan kesehatan reproduksi sangat bermanfaat dalam mencegah kalangan remaja akan bahaya seks bebas.
“Yang perlu diperhatikan saat ini, yakni pendidikan kesehatan reproduksi (kespro) remaja,” katanya Selasa (28/12/2010) saat diminta komentarnya semakin maraknya pergaulan bebas di kalangan remaja.
Saat ini sebagian masyarakat terlebih orang tua masih menganggap seks sebagai hal yang tabu, sehingga tidak ingin membicarakan masalah tersebut.
Padahal, pembicaraan terkait bagaimana seharusnya seks yang benar, perlu dilakukan terlebih kepada para remaja agar mereka memahami dampak buruk dari kegiatan itu.
Meuthia, mengatakan, menyukai lawan jenis di kalangan remaja merupakan hal natural, tetapi perlu diberikan pemahaman yang baik tentang cara dan waktu yang tepat untuk menyalurkannya.
“Dengan pendidikan kespro mereka akan mengenal bahaya dan dampak dari tindakan yang dilakukan di luar pernikahan itu sehingga berpikir untuk melakukannya,” ujarnya.

Pergaulan bebas sejak dulu memang sudah mengkhawatirkan, namun para orang tua tidak pernah siap membekali anak-anak untuk melindungi diri mereka dari seks bebas tersebut.
“Terlebih lagi, teknologi informasi saat ini kian berkembang, sehingga berbagai informasi cepat disampaikan kepada masyarakat, khususnya remaja,” katanya.
Sebelumnya, BKKBN mencatat hasil survei pada 2010 menunjukkan, 51 persen di Jabodetabek dan 52 persen remaja di Medan telah melakukan seks pranikah.
“Artinya dari 100 remaja, 51 sudah tidak perawan,” ujar Kepala BKKBN Sugiri Syarief. [Kompas]

sumber : inimu.com

Senin, 29 November 2010

Dhsyatnya Ketiak Lelaki dan BAu Wanita.

sebelumnya ..

anda boleh saja tertawa ..meremehkan ..atau bahkan tidak percaya ,bahwa ,bau ketiak lelaki dan aroma tubuh wanita it memiliki khasyiat yg hebat ..

langsung saja ah ....


Seperti hewan, awalnya tubuh manusia juga memanfaatkan bau badan untuk memikat lawan jenisnya.

Kemampuan manusia terpikat seks oleh bau badan memang sudah lama punah. Namun, beberapa waktu lalu terkuak lagi khasiat baru bau ketiak.

Betulkah di ketiak lelaki ada obat mujarab buat kaum hawa?

Setidaknya itulah yang muncul dari Bagian Biologi Manusia di Universitas Pensylvania.

Studi yang dilakukan di sana mengungkap kalau keringat lelaki buat kaum wanita bisa menurunkan stres, membantu relaksasi, dan mengatur daur haid.

Seperti dilaporkan �Jurnal Biology of Reproduction America�, ekstrak ketiak yang sengaja diperas dari lelaki yang tidak memakai deodoran digunakan sebagai bahan penguji kalau hidung wanita bisa digoda bau badan lawan jenisnya.

Dalam percobaan itu, parfum alami ini kemudian dioleskan ke atas bibir puluhan wanita berumur 25-45 tahun. Tentu tanpa memberi tahu kalau itu bibit keringat lelaki, dan hanya dikatakan kalau sedang menguji suatu aroma parfum.

Enam jam pertama setelah itu, skala mood wanita yang diolesi parfum yang terbuat dan bibit keringat lelaki tersebut lalu diukur. Hasilnya sungguh unik. Selain bisa mencerahkan mood, parfum ketiak lelaki ternyata dapat juga membuat wanita menjadi kurang tegang.

Lebih dari itu, bukan cuma mood yang disenggol sang parfum yang terbuat dari bagian tubuh kaum macho yang paling anget itu. Kini terbukti pula kalau hormon reproduksi wanita golongan LH (Lutetnizing Hormone) ikut terpicu pula.

Normalnya hormon LH mencetuskan terjadinya ovulasi atau keluarnya sel telur matang dari indung telur. Begitu wanita menghidu (mencium) bau khas ketiak lelaki, hormon LH-nya langsung membanjir dalam darah. Diduga bau keringat lelaki mengandung bahan yang mencetuskan keluarnya telur.

Komunikasi Kimiawi

Kita tahu hewan menyebarkan aroma bau badannya saat musim kawin (estrous) yang bisa tercium sampai area ratusan meter, bahkan lebih.

Hormon pemicu seks lawan jenis pada hewan kita kenal sebagai pheromones.

Gajah misalnya, pada musim kawin bisa mencium bau lawan jenis yang jauhnya bilangan kilometer. Lewat pheromone, secara kimiawi hewan bisa saling berkomunikasi seks, yang hanya dikenali oleh sejenisnya yang berbeda kelamin. Anjing dan kucing berkomunikasi seks lewat urine.

Manusia?
Sudah lama dicatat kalau bau badan manusia memproduksi pheromone juga, namun lama tidak dimanfaatkan lagi. Mengapa? Lantaran kultur sudah merusak ketajaman hidung manusia untuk masih terpengaruh oleh bau badan lawan jenisnya.

Teknologi pembuatan parfum menjadikan hidung manusia tumpul untuk mengenali exaltolide pada bau badan lelaki dan tak tajam lagi membaui copulin pada wanita. Sebetulnya aroma seks purba itu masih hadir sampai sekarang.

Teknologi wewangian dunia sudah lama mencari aroma tertentu yang dulu pernah terungkap bisa mempengaruhi seks lelaki maupun wanita. Kemudian ditemukan suatu zat tertentu dengan cara meniru aroma bau badan khas lelaki. Zat tersebut berjenis aroma musky, yang menyerupai bau kesturi.

Itu maka sekarang kita bisa dengan mudah memilih banyak sekali parfum dengan aroma kesturi untuk tujuan memikat seks wanita (musky oil). Untuk produksi massal, bahan ini diambil dari tanaman angelica yang diesktrak akarnya, serupa dengan zat civetone dan muscone. Sebagian minyak wangi beraroma kesturi terbuat dari urine babi dan dikenal sebagai Boar taint.

Belakangan diketahui kalau bau musky lelaki yang bisa bikin wanita langsung greng ternyata berkaitan dengan hormon testosteron (androsterone). Ternyata hidung wanita lebih sensitif terhadap hadirnya pheromonone, aroma exaltolide di keringat lelaki, terlebih pada saat menjelang ovulasi. Namun, menjadi tidak sensitif pada saat sedang hamil.

Dari temuan itu kemudian dikembangkan riset siapa tahu bau ketiak lelaki bisa dimanfaatkan sebagai obat untuk terapi kemandulan, misalnya, selain dibuat parfum seks, dan untuk tugas mengendurkan ketegangan wanita yang sering stres.

Hal lain, mungkin saja bau kecut ketiak lelaki bisa juga menjadi obat untuk wanita yang sedang mengalami gangguan menjelang hari haidnya (premenstual syndrome), kasus yang menjadikan wanita suka mengutil, gampang celaka (accident prones), uring-uringan tanpa sebab, atau mudah tersinggung.

Soal bebauan tubuh, Robert Burton sangat lengkap menghimpun dalam bukunya, �The Language of Smell�. Disebutkan di situ kalau hidung manusia bisa membedakan ratusan, bahkan ribuan jenis bebauan, termasuk yang menggiringnya untuk menjadi greng, baik pada pria maupun wanita.

Copulin Si Bau Wanita

Di kalangan kera betina, bau copulin di tubuhnya memikat sang jantan untuk lebih sering mengawininya (copulasi).

Bayi hewan bisa membedakan puting susu induknya dengan yang bukan dari bau pheromone milik indungnya.

Pada manusia, copulin tidak begitu kuat lagi membangun seks dan roman, oleh karena dibandingkan dengan wanita, hidung pria tidak lebih tajam terhadap bau badan lawan jenisnya. Namun, riset terhadap senyawa ini terus digiatkan, bagian dari proyek gender-related smell.

Di penghiduan pria, bau badan wanita itu cenderung berjenis "manis" (sweet) dan "bersih" (clean), sedangkan lelaki cenderung "busuk" (smelly) dan "masam" (sweaty).

Copulin, senyawa bau badan wanita paling tajam, banyak terdapat dalam getah vagina. Jika diurai, senyawa copulin berisi tiga jenis asam, yakni asam asetat (acetic acid), asam propanoat (propanopic acid) dan asam butanoat (butanoic acid), selain hormon golongan androstenol. Beberapa kultur memanfaatkan asam vagina buat bikin lelaki semakin rajin greng.

Di Brasil, getah vagina diaduk dalam kopi tubruk, di Nigeria dicampur dalam sup. Di dunia modern, getah vagina menjadi parfum PCC (Passion Copulin Concentrate) dalam bentuk bedak atau roll deodorant yang dipakai wanita supaya banyak lelaki di dekatnya jadi doyan greng.


Bintang Porno Tera Petrick akan Main Film di INdonesia.

Kemaren Miyabi, sekarang si Tera. Doyan amat :roll:


Setelah beberapa bintang film porno bermain di beberapa produksi film tanah air, kini giliran bintang film dewasa asal Amerika, yakni Tera Patrick. Tera adalah bintang porno film blasteran Thailand – Inggris yang akan bermain di film Indonesia. Kabar tersebut dibenarkan oleh pemilik rumah produksi K2K, KK Dheraj.
foto-bintang-porno-tera-patrick-2009.jpg
EasyCash, cara mudah dapat uang dari Facebook



Menurutnya, sudah dari tahun lalu dirinya merayu aktris yang mengawali debutnya sebagai model tersebut. “Iya, mereka udah confirm. Mulai syuting secepatnya, 16 bulan kita ngejar dia,” ujar KK saat dihubungi lewat ponselnya, Jumat (1/10).
Lebih lanjut Dheraj menjelaskan kalau film yang akan dibintangi oleh Tera Patrick bukan merupakan film yang mengarah pada film porno. Namun begitu produser yang baru saja merilis film RAYUAN ARWAH PENASARAN ini belum bisa menjelaskan lebih dalam film seperti apa yang akan dibintangi Tera.
Tapi KK Dheraj mengaku banyak merogoh kocek untuk mendatangkan Tera Pactrik ke Indonesia. “Yang pasti besar, senilai dengan biaya produksi 1,5 film di Indonesia,” tutupnya.

Senin, 08 November 2010

Di Mesir, kembalinya diaglomerasi (geopolimer) batu 1300 tahun setelah Piramida Agung, bawah Amenhotep III dan Akhenaton (Dinasti ke-18).

hey ...kalau sebelumnya saya menulis artikel mengenai Logika Pembanguna Piradima Khufu di Mesir ...
sekarang ada lagi yang baru di temukan d sekitar daerah tsb ...
yaitu kembali di gunakannya batu geopolimer ..
sebelumya ..batu geopolimer itu sendiri adalah : bahan sintetis dengan menggunakan potensi di sejumlah daerah, pada dasarnya sebagai pengganti semen Portland dan komposit teknologi tinggi yang canggih, aplikasi keramik atau sebagai bentuk batu cor.

langsung aja ah . 
Batu berukir menjadi aturan di bawah Kerajaan Baru sekitar 1400-1200 SM dan hegemoni dari dewa Amun. Batupasir lunak dari tambang Silsilis, digunakan untuk di kuil-kuil besar di Karnak dan Luxor, sangat mudah untuk mengukir segala sesuatu yang tampak sederhana. Jadi mengapa harus ada ada kontroversi tentang monumen dan objek yang berasal dari periode ini? Karena beberapa terbuat dari bahan keras ekstrim: kuarsit!


Memang benar bahwa 1300 tahun setelah piramida besar, batu diaglomerasi, batu geopolimer kembali digunakan, meskipun secara sporadis, di bawah dominasi Amun. Setelah bertahun-tahun, penyembahan terhadap dewa Khnum dan inisiasi ke dalam teknologi misterius itu tidak pernah dilupakan. Para ilmuwan terbesar-Mesir arsitek-penulis, Amenophis Anak Hapu (1437-1356 SM), eminence Grise dari Firaun Amenhotep III, XVIIIth Dinasti, kembali diperkenalkan dan digunakan alkimia nya (geopolimer) pengetahuan untuk membangun patung luar biasa terbuat dari kuarsit dengan geosynthesis dan geopolymerisation. Dan raja sesat Akhenaton, putra Amenhotep III, melakukan hal yang sama untuk menyaingi supremasi Amun oleh melarang granit batu berukir.



 The Colosses of Memnon, dengan Joseph Davidovits di latar depan (1979).



Petunjuk untuk geosynthesis (geopolymerization), batu kuarsit buatan


Ahli geologi gagal dalam persetujuan antara mereka dalam menentukan asal batu kuarsit terbiasa dengan colosses terkenal. Untuk meringkas, arkeolog Perancis dan Jerman / ahli geologi menyatakan bahwa Colosses of Memnon yang terpahat di km 70 tambang lebih jauh ke selatan ke Sungai Nil dan bahwa mereka dibesarkan oleh perahu. peneliti Inggris dan Amerika lainnya mengusulkan lebih luar biasa mengeksploitasi. Menurut mereka, patung-patung yang diukir, kemudian diangkut hulu di Sungai Nil dari km 700 tempat di dekat hilir ke Kairo. Setiap tim ilmuwan menggunakan metode yang lebih dan lebih canggih dalam mengejar penelitian mereka, termasuk penyerapan atom, fluoresensi x-ray dan aktivasi neutron. Bila diterapkan pada monumen paling misterius Mesir, teknik-teknik baru menumpahkan kebingungan lebih dari cahaya.

Dalam Antiquity, patung-patung memerintahkan hormat; yang colosses of Memnon adalah monolit: mereka dibuat dari satu blok batu seberat hampir 1000 ton dan berdiri di atas alas dari 550 ton. Mereka adalah 20 meter tinggi, sama dengan gedung bertingkat tujuh. Batu dari mana mereka dibuat adalah kuarsit, yang praktis tidak mungkin untuk mengukir. Para anggota ekspedisi yang diselenggarakan oleh Bonaparte Mesir pada awal abad kesembilan belas dicatat beberapa catatan pada tahap-tahap dan pada tambang kuarsit Mesir. Dengan demikian kita dapat membaca dalam Deskripsi La de l'Égypte:
"KESAWAN Antiquity, hormat memerintahkan Patung-Patung; colosses yang dari monolit Memnon adalah: mereka Dibuat Dari Satu blok batu seberat hampir 1000 ton dan berdiri di sayang tetap Permanent Dari 550 ton. Mereka adalah Tinggi 20 meter, sama Artikel Baru Tujuh Gedung bertingkat. Batu Dari mana mereka Dibuat kuarsit adalah, Yang praktis regular tidak mungkin untuk mengukir. Para anggota ekspedisi diselenggarakan Yang Dibuat Bonaparte PADA akhir abad kesembilan Belas Mesir dicatat beberapa Catatan PADA Tahap-Tahap dan tambang PADA kuarsit Mesir. Artikel Baru demikian Kita dapat Membaca KESAWAN Deskripsi La de l'Égypte:MendengarkanBaca fonetis"

Konsekuensi dari pengamatan terakhir ini sangat penting. Apakah teknologi yang bisa memungkinkan hieroglif untuk akan diukir dengan cara ini? Firaun Amenhotep III menempatkan patung-patung ini ke sebuah "keajaiban". Kemudian, dalam dokumen hiroglif, batu tersebut ditetapkan sebagai "inr biat", yang berarti "batu diperoleh setelah keajaiban". Untuk apa teknologi ajaib yang menyinggung Amenhotep?Setelah kami menerima teknik geopolymerization kita dapat memahami bagaimana Amenophis Anak Hapu, mampu membuat batu kuarsit dan melemparkan ke colosses of Memnon, patung-patung besar lebih dari tujuh lantai tinggi. Dengan teknik batu geopolimer, kita juga bisa menjelaskan kontroversi seputar penafsiran yang berbeda dari hasil analisis yang diperoleh oleh tim berbagai ilmiah.

Pada patung biografi di Karnak, Royal juru tulis Amenophis (1350 SM) menggambarkan bangunan patung-patung kolosal dengan teknik aglomerasi (batu geopolimer) "sebagai roti dibuat" menggunakan kotak (cetakan) khusus yang dibuat oleh para pekerjanya. Berikut adalah baris 16 dan 17 prasasti biografis, dalam terjemahan oleh Joseph Davidovits, yang berbeda dari egyptologists (lihat Prasasti), karena mereka tidak dapat menafsirkan kunci teknis-kata: 

""Tuanku (Firaun Amenhotep III) menunjuk saya kepala semua pekerjaan. Saya belum ditiru apa yang telah dilakukan sebelum saya. Saya membuat sebuah bukit kuarsit ajaib hadiah Tum, dibuat sendiri dengan cinta dan kecerdasan, menguasai salinan di kuil besar dengan semua mineral seperti pembuatan roti. Tidak ada yang sebelum saya telah melakukan hal seperti itu, sejak berdirinya Dua Bumi. Saya telah melakukan pekerjaan untuk membuat patung girth besar dan lebih tinggi dari barisan tiang itu, lebih halus dari tiang 40 hasta tinggi, ini gunung megah dari kuarsit ajaib sudah dekat Re-Tum. Saya punya kapal 8 dibangun dan Aku sudah naik Nil untuk mengatur citra (patung nya) di kuil besar, menurut perhitungan kami (dengan teknologi), seperti untuk pembuatan roti. Berikut adalah apa yang saya bersaksi kepada mereka yang datang setelah kami. Seluruh tim membangun sebuah kotak tunggal (cetakan) dari desain cerdik. Mereka kuno (patung-patung) dengan ringan hati mereka, tanpa ragu-ragu, kemudian menyembah gambar sempurna dari tuhan (firaun) dengan demikian dibuat. Lalu datanglah orang-orang dari Thebes, sukacita di patung kolosal dan puas bahwa mereka akan berdiri untuk selama-lamanya. "



Baru terjemahan oleh Joseph Davidovits (kata kunci teknis digarisbawahi). Egyptologists menerjemahkan tombol teknis-kata "membuat roti" yang melibatkan kata "pet" ke dalam "bertahan seperti langit", yang berarti apa-apa (lihat terjemahan tradisional oleh egyptologists dalam Prasasti). Roti membuat teknologi mengacu pada penggunaan bahan pucat yang akan bekerja keluar seperti adonan untuk memproduksi batu geopolimer. Ini-kata kunci secara menyeluruh dibahas dalam buku terakhir saya, hanya tersedia dalam bahasa Prancis sejauh ini
Profesor Joseph Davidovits adalah presentasi 5 buku tentang peradaban Mesir, di sini sehubungan dengan Alkitab, diterbitkan oleh Editions Jean-Cyrille Godefroy, 



Released on: 29 september 2009
Pada tahun 1935 di Karnak, di Mesir, dua Egyptologists Perancis menemukan sebuah lukisan dinding di reruntuhan kuil peringatan Amenophis Anak Hapu, juru tulis paling terkemuka dan ilmuwan dari Mesir kuno, kanselir Besar Pharaon Amenhotep III, bapak monoteis Pharaon Akhenaton. Baru-baru ini, 75 tahun kemudian, Joseph Davidovits mencatat bahwa teks fresco ini direproduksi kata demi kata dalam Alkitab, Kejadian 41, ketika Pharaon menginstal Patriark Yusuf alkitabiah untuk menguasai seluruh Mesir. Royal penulis Amenophis Anak Hapu dan Yusuf Patriark demikian orang yang sama. Selain itu, fresco berisi detail mengejutkan yang menggarisbawahi keasliannya. Memang, dalam Kejadian 41, Pharaon nama Joseph: çaphenat-paneah (sapnath-panéakh), nama yang tidak berarti apa-apa dalam bahasa Ibrani. Memang, Joseph Davidovits menemukan bahwa çaphenat-paneah adalah nama Mesir Amenophis Fils dari Hapou, ditulis sebaliknya, dari kiri ke kanan, bahasa Ibrani yang ditulis dari kanan ke kiri. Detail mengejutkan di fresco adalah bahwa, tepatnya, nama Mesir Amenophis juga ditulis dalam tulisan rahasia sebaliknya, dari kiri ke kanan, bukan dari kanan ke kiri seperti sisa teks. Ada demikian kesepakatan mutlak antara teks lukisan dan Alkitab.


(berbagai sumber) 
*pengenjung yg baik adalah pengunjung y meniggalkan comment .heheh :)

Logika Pembangunan Piramida Khufu.

by "the modern myth"


sekarang saya lagi pengen bahas seputar piramid..yup,piramid!makam fir’aun ancient Egypt yang menyimpan banyak misteri ! .sebuah bangunan yang cara pembangunannya masih jadi perdebatan ahli arkeolog, arsitek,astronomi,matematika,dan beberapa lainnya..

Piramida Besar Khufu di Giza, Mesir dibangun untuk makam Fir’aun Khufu (Cheops), yang memerintah dari 2590 – 2567 SM. Piramida dengan tinggi 146 m, kira-kira setinggi pencakar langit bertingkat 45. Bangunan ini membutuhkan 2.300.000 batu untuk menutupi lahan seluas 5,3 ha. Stiap sisi-nya memiliki panjang 230 m. Setiap batu memiliki volume 1 kubik meter, dan berat beberapa ton. Bagaimana mungkin manusia dapat membangun struktur yang begitu besar, apalagi Peradaban Mesir kuno pada saat itu belum mengenal dengan yang namanya roda?


Lalu bagaimana jika mereka menggunakan kayu gelondongan untuk mempermudah memindahkan batu-batu maha berat itu? Jawabannya tidak masuk akal. Orang-orang Mesir kuno tak akan pernah menebangi pohon yang jumlahnya hanya sedikit itu, apalagi untuk dijadikan kayu gelondongan sebagai sarana untuk mempermudah memindahkan batu. Karena pohon-pohon di sana umumnya adalah pohon kurma yang buahnya diperlukan untuk pangan, sedangkan pohon dan daunnya adalah satu-satunya peneduh untuk melindungi tanah dari kekeringan. Tetapi dari pernyataan di atas tentu mereka harus pernah memiliki kayu gelondongan, sebab jika tidak maka tidak akan didapat penjelasan teknik sekalipun yang selemah-lemahnya tentang pembangunan piramida-piramida itu.

Apakah kayu untuk keperluan itu diimpornya? tentu saja tidak mungkin. Untuk mengimpor kayu diperlukan armada kapal pengangkut yang cukup besar. Setelah kayu itu dibongkar di pelabuhan Alexandria, masih perlu diangkut lagi melalui sungai Nil ke Kairo. Oleh karena Mesir pada waktu membangun piramida besar tidak mempunyai kuda dan gerobak, maka tak ada kemungkinan lain. Gerobak dan kuda tak dikenal orang di

Mesir sampai dinasti ke tujuh belas kira-kira tahun 1600 sebelum masehi. Jadi masalahnya sekarang ialah penjelasan yang meyakinkan tentang pengangkutan balok batu itu. Para sarjana tentu akan mengatakan bahwa gelondongan-gelondongan kayu memang dibutuhkan.

Namun belakangan ini, banyak teori yang cukup “gila” bermunculan untuk meyingkap bagaimana sebenarnya piramida besar itu dibangun. Dua teori yang cukup “nyeleneh” menurut pendapat-ku pribadi adalah pernyataan yang menyebutkan bahwa manusia raksasa-lah yang mengangkut dan menyusun batu-batu maha berat itu. Teori lainnya yang juga cukup mengejutkan adalah adanya campur tangan makhuluk asing dalam proses pembangunannya.

Bagaimanapun juga, masih cukup banyak penjelasan yang lebih ilmiah untuk menjelaskan bagaimana proses pengangukatan batu-batu tersebut oleh para pekerja. Ini lebih baik daripada kita harus mempercayai mitos bahwa segerombolan Alien yang datang ke bumi, lalu dengan pesawat UFO-nya itu bergiliran mengangukut batu-batu untuk keperluan pembangunan. Atau mitos manusia raksasa setinggi antara 7- 9 meter yang berbondong-bondong datang ke Giza setelah disewa oleh Fir’aun Mesir sebagai kuli bangunan.

Tahun 1996, Stuart Kirkland Weir menulis sebuah artikel tentang pembangunan piramida dari sudut pandang energi, di dalam Cambridge Archaeological Journal. Ini adalah penelitian gerak dan waktu yang gamblang. Ia meneliti seberapa banyak energi yang dapat dikeluarkan oleh satu orang dalam sehari, dan seberapa banyak energi potensial yang ada di dalam lebih kurang tujuh juta ton batu tersebut. Energi potensial yang dimaksud adalah energi ekstra yang diperoleh sebuah benda ketika kita mengangkatnya dari tanah. Ia menemukan bahwa dalam konteks hari kerja, Piramida Besar membutuhkan sekitar 10 juta hari orang, atau 1.250 orang selama 8.400 hari atau 23 tahun. Jika anda menghitung hari libur, kecelakaan, dan masalah yang berkaitan dengan friksi, sebuah angkatan kerja yang sekitar delapan kali lebih besar (katakanlah 10.000 orang, yakni kurang dari 1% penduduk Mesir pada saat itu) dan bekerja selama seperempat abad akan memiliki waktu untuk menuntaskan pembangunan ini.

Sejarawan Yunani, Herodotus, menulis bahwa kekuatan pembangunan piramida melibatkan 100.000 orang. Disisi lain, ia bisa salah karena ia menulis sekitar 2000 tahun sesudah piramida Mesir dibangun. Di sisi lain, 100.000 akan membuat pekerjaan ia lebih mudah. Dan 100.000 orang berarti 10% populasi, sehingga mengurangi pengangguran dan kerusuhan sosial.

Piramida besar tidaklah terlalu sempurna. Sisi-sisinya berbeda panjang sekitar 18 cm. Piramida ini ridak tegak tetapi sedikit miring pada sudut tenggara. Para arkeolog akhirnya menemukan tambang tempat batu-batu tersebut berasal dan sisa-sisa jalan landai untuk membawa batu-batu itu ke tingkat atas piramida. Sebuah gambar di dinding makam raja dinasti ke-12, Djehutihotep, menunjukkan proses ini dalam beberapa detail.

Gambar itu berupa patung raksasa Djehutihotep seberat 60 ton dan tinggi 5 meter yang ditempatkan di atas sebuah wadah besar . Ada empat baris pekerja, 172 orang menarik kuat tali-tali yang terikat pada tepi wadah tersebut. Di bagian depan wadah, ada seorang pria berdiri di atas kaki patung, menuang sejenis cairan pelumas ke bawah wadah itu agar dapat bergerak maju. Dan tentu saja, disana ada sang bos, duduk nyaman di lutut patung, mungkin memberi perintah kepada para pekerja di bawahnya.

Kombinasi dari 60 ton dan 172 pekerja, masing-masing menarik sekitar 330 Kg. Rekontruksi modern menunjukkan bahwa jika menggunakan pelumas, adalah mudah untuk mendapatkan koefisien gesekan sebesar 0,1. Ini berarti setiap orang hanya menarik sekitar 33 kg, angka yang cukup masuk akal bukan?

Dan pada akhirnya, para arkeolog baru saja mulai menemukan sebuah kota yang mengirimkan pekerja yang membangun Piramida Besar. Mereka menemukan jalan, rumah, makam, toko roti, dan semua infrastuktur yang diperlukan untuk mendukung 20.000 penduduk yang sering berpindah.

Edgar Cayce, Spiritualis terkenal Amerika yang menyebut dirinya cenayang, mengatakan bahwa piramida dibangun pada 10.500 SM oleh peradaban yang lebih maju, yang kemudian menyembunyikan rahasia mereka di dalam “Ruang Rahasia” yang tidak dapat ditemukan, dibawah kaki depan Sphinx, dan kemudian hilang.
Ia mungkin benar, piramida dibangun oleh peradan yang lebih maju. Tapi bukan berarti harus dihubungkan-hubungkan dengan alien , sebab perandaban Mesir kuno itu juga bisa dibilang peradaban maju.



Referensi :
*Erich Von Daniken, Chariots of the Gods
*Dr.Karl Kruszelnicky, Great Myth Conception



mohon  komennya setelah baca ya,,:-)

Fenomena Lubang Api atau sering juga disebut "The Door to Hell" di Uzbekistan




The Door to Hell Lubang Api Uzbekistan adalah sebuah lubang yang terus terbakar sejak 35 tahun yang lalu, kalau dilihat sekilas lubang api tersbut tampak seperti sebuah lubang danau lava vulkanik atau kawah gunung, namun sebenarnya itu adalah akibat ulah manusia, sama seperti halnya porong sidoharjo dengan lumpurnya. Dari berita yang di peroleh ngajari.com Tempat lubang api itu ada di area di Uzbekistan, dekat kota kecil bernama Darvaz, lubang api tersebut dikenal oleh penduduk setempat sebagai “Pintu ke Neraka” atau “The Door to Hell”

. The Door to Hell Lubang Api Uzbekistan Adalah Hasil Perbuatan Manusia
Sebenarnya fenomena Lubang Api hasil perbuatan manusia ini terjadi semasa kekuasaan Soviet pada 35 tahun lalu. Para geologi dan penambang, mengebor sebuah tambang. Hingga pada satu titik, gas muncul menghalangi aktifitas mereka. Karena merasa terganggu dengan adanya Gas akhirnya mereka memutuskan untuk membakar gas tersebut, dan akan meneruskan pekerjaan setelah semuanya terbakar. Namun dugaan mereka salah, api dari gas tersebut tidak pernah habis, malah terjadi ledakan super dahsyat hingga membentuk kawah lebar sebesar 30 meter (100 kaki). Lubang besar kawa ini kemudian menelan semua wilayah pengeboran berserta segala peralatan dan kamp-kamp mereka.
Lubang Api Uzbekistan terus menyala hingga kini, Endapan gas yang ada terus saja memproduksi api lava yang panas. Hingga penduduk dekat area itu terpaksa harus di ungsikan. entah kapan api itu aka berhenti menyala, hanya tuhan yang tau. sebenarnya berita tentang Lubang Api Uzbekistan ini telah lama di angkat ke media masa, namun baru booming di tahun ini. mungkin karena banyaknya kejadian aneh di tahun  2010 ini...



Segitiga Bermuda: Misteri di Samudera Atlantik

Ini merupakan satu misteri besar dalam sejarah. Sebuah wilayah di kawasan Samudera Atlantik yang menelan banyak korban. Dilaporkan ratusan kapal laut dan pesawat udara hilang di areal ini, lenyap sama sekali tanpa bekas. Zona maut yang dikenal sebagai Segitiga Bermuda (Bermuda Triangle)!
Zona itu membentuk segitiga imajiner seluas 4 juta km persegi. Segitiga itu akan terbentuk di peta seandainya sebuah garis ditarik dari Kepulauan Bermuda (teritorial Inggris) sebagai titik di wilayah utara; menuju ke Puerto Rico (AS) sebagai titik di selatan; kemudian diteruskan ke Miami (Negara Bagian Florida, AS) sebagai titik di barat; dan garis terakhir ditarik dari Miami menuju Kepulauan Bahama.
Kisah tentang keanehan di kawasan Samudera Atlantik itu tidak diketahui pasti sejak kapan persisnya, namun berbagai cerita yang berkembang merujuk sejak masa pelayaran pertama melintasi daerah barat daya Kepulauan Bermuda.
Bahkan Christopher Columbus pernah mencatat misteri yang terjadi di sini dalam pelayaran penjelajahan samuderanya. Tahun 1942, saat Colombus bergerak menuju Amerika, ia melintasi Samudera Atlantik yang termasuk kawasan Segitiga Bermuda. Ia mencatat tentang laut yang tampak aneh walau cuaca tampak baik. Kompas kapal-nya tiba-tiba mengalami kekacauan, berputar tak tentu arah. Colombus mencatat, pada suatu malam kru kapalnya melihat pijar bola-bola api di angkasa yang menghujam laut. Namun seluruh pelayaran Colombus terbilang aman.
Menurut catatan lain, sebuah kapal Atlanta berbendera Inggris (1880) dilaporkan lenyap dikawasan Segitiga Bermuda.
Seluruh penumpang berjumlah ratusan pelaut dan perwira AL Inggris lenyap tak berbekas. Lalu Oktober 1951, kapal tanker Southern Isles lenyap ketika berlayar dalam konvoi. Iring-iringan kapal lain hanya melihatnya cahaya kapal itu terakhir kali sebelum hilang tanpa bekas. Insiden lain kapal tanker Southern Districts tenggelam dengan cara yang sama pada Desember 1954. Ia hilang tanpa meninggalkan SOS ketika berlayar melintasi wilayah Segitiga Bermuda menuju utara arah South Carolina.
Masih banyak lagi kapal-kapal laut yang dilaporkan hilang di wilayah yang juga dijuluki Segitiga Setan (Devil’s Triangle) itu. Tak kurang dari ratusan kapal lenyap tanpa bekas sama sekali. Dan bukan hanya kapal-kapal laut, pesawat terbang juga tak luput dari naas.
Sebut saja yang terbesar adalah hilangnya satu skuadron pesawat latih AL AS, Flight 19 pada 5 Desember 1945. Lima pesawat pembom Grumman TMB-3 Avenger itu lenyap beserta 14 pilot dan kru-nya. Satu insiden dalam dunia penerbangan yang paling menghebohkan. Bahkan satu pesawat amfibi PBM Mariner yang mengemban misi penyelamatan kelima pesawat itu mengalami nasib serupa, hilang di Segitiga Bermuda sekitar beserta 13 kru dan tim SAR.
Semua kapal laut atau pesawat udara yang dilaporkan hilang di Segitiga Bermuda, memang tidak pernah ditemukan bangkainya bahkan seluruh korban manusianya juga hilang tanpa bekas. Inilah yang membuat banyak ahli pusing dan berspekulasi mengenai sebab musabab peristiwa seperti itu bisa terjadi.


Beberapa Teori Penjelasan
Sampai tahun 1999 saja, tercatat masih ada kapal modern berukuran besar yang hilang tanpa jejak di Segitiga Bermuda. Banyak teori yang kemudian dihubung-hubungkan dengan peristiwa yang terjadi di Segitiga Bermuda. Kenyataannya, misteri di Segitiga Bermuda belum jua terkuak hingga kini.
Dari sekian banyak teori, ada yang menyebutkan teori pelengkungan waktu, medan gravitasi terbalik, abrasi atmosfer, teori anomali magnetik-gravitasi. Di samping itu masih ada teori tentang fenomena gempa laut, serangan gelombang tidal, hingga lubang hitam (black-hole) yang hanya terjadi di angkasa luar sana. Dan ada juga yang menghubungkannya dengan UFO dan menghilangnya Benua Atlantis.
Dari sekian banyak konsep dan teori yang berupaya menjelaskan fenomena alam itu, justru Lawrence David Kusche memberikan penjelasan kontroversial. Dalam bukunya The Bermuda Triangle Mystery Solve (1975), Kusche mematahkan semua anggapan dan teori spekulasi yang diajukan terhadap Segitiga Bermuda. Ia lebih menganggap peristiwa yang terjadi di kawasan itu terlalu dibesar-besarkan.
Beberapa kesimpulan Kusche: kapal-kapal dan pesawat terbang yang dilaporkan hilang di daerah tersebut tidak begitu besar secara signifikan bila dibandingkan dengan yang terjadi di belahan samudera lainnya. Ia menyatakan, dalam daerah yang sering mengalami badai tropis, jumlah yang hilang itu sebagian besarnya tidaklah begitu menyolok ataupun bersifat misterius.
Kusche beranggapan, angka-angka yang menunjukkan jumlah korban itu sendiri cenderung membesar-besarkan hasil riset. Misalnya, sebuah kapal boat dinyatakan hilang, namun akhirnya dia kembali dan tidak dilaporkan. Ia juga “menyindir” para penulis yang terlalu membesar-besarkan perihal misteri di Segitiga Bermuda walau datanya kurang atau karena salah tafsir demi kepentingan sensasi.
Apapun ceritanya, setidaknya Segitiga Bermuda tetap menyimpan misteri. Banyak ahli masih mengkaji fenomena alam ini. Masih diperlukan penjelasan ilmiah yang bisa menjawab semua pertanyaan besar itu tanpa keraguan. (berbagai sumber)


Lenyapnya Flight 19!
Satu kisah yang mengubah mitos Segitiga Bermuda adalah misteri hilangnya Flight 19. Skuadron 5 pesawat pembom AL AS itu hilang tanpa jejak di kawasan Segitiga Bermuda saat melakukan latihan rutin. Bahkan satu pesawat amfibi tim penyelamat pertama yang mencoba mencarinya juga dilaporkan hilang beserta seluruh kru dan tim SAR.
Hari itu 5 Desember 1945. Di Naval Air Station Fort Lauderdale (pangkalan udara AL AS), Florida, lima pesawat pembom TBM Avenger dipersenjatai dan bahan bakar diisi penuh untuk penerbangan lima jam. Kru darat melaporkan kelima pesawat pembom itu laik terbang dan kondisi mesinnya prima. Kelimanya dipersiapkan untuk latihan terbang tempur rutin.
Pukul 14.10, kelima pesawat itu dengan kode penerbangan Flight 19 lepas landas dari pangkalan dengan pilot pelatih Letnan Charles Taylor yang juga menjadi komandan penerbangan. Taylor dikenal sebagai pilot tempur yang cakap dan berpengalaman pada perang Pasifik melawan Jepang di masa Perang Dunia II. Ia akan melatih 14 pilot, navigator dan juru tembak pesawat melakukan manuver tempur dan pemboman di sekitar Samudera Atlantik.
Misi latihan ini melewati rute penerbangan ke timur sejauh 56 mil menuju Beting Hens and Chickens, di selatan Grand Bahama untuk melakukan latihan pemboman rendah sebelum manuver ke 67 mil ke timur, 73 mil ke utara dan lantas 120 mil kembali ke pangkalan di Lauderdale.
Hari itu cukup cerah. Bagian pertama misi berlangsung lancar sampai sesi pengeboman di Beting Hens and Chickens sekitar pukul 14.30. Pada pukul 14.40 seluruh formasi pesawat bergabung kembali dan mengarah ke timur menuju Great Stirrup Cay yang terletak 67 mil mengarah ke timur dan 113 mil ke timur Florida.


Awal Tragedi
Sekitar pukul 15.10 mereka menuju ke arah baratdaya. Dari sini komunikasi sesama pesawat latih terdengar membingungkan. Kru darat yang memantau latihan menafsir bahwa telah terjadi sesuatu di atas sana, namun ia belum mendapat konfirmasi dari komandan latih yakni Lt Taylor.
Pukul 15.45, Letnan Robert Cox, instruktur penerbangan senior yang sering terbang mengitari Fort Lauderdale dan bergabung dengan skuadron latih, memantau Flight 19. Ia mendengarkan prosesi latihan melalui radio komunikasi yang mulai kacau.
Pukul 16.00, Letnan Taylor mengontak Letnan Cox bahwa kedua kompas miliknya rusak dan ia kehilangan arah penerbangan. Lewat radio ia memberitahu bahwa pesawatnya berusaha untuk kembali ke Fort Lauderdale dan kemungkinan sedang melintas di Florida Keys. Namun, ia tak bisa memastikan arah penerbangan untuk kembali ke pangkalan.
“Saya berada di ketinggian 2.300 kaki. Jangan datang kemari.” Letnan Taylor merasa yakin bahwa dia sudah berada di kawasan Florida Keys yang mengarah menuju utara ke Teluk Meksiko.
Dipantau ketat melalui radio, setelah terbang ke utara selama sejam, Taylor kembali ke arah timur yang diyakininya akan membawa seluruh skuadron kembali ke arah Florida menuju pangkalan. Waktu berlalu dan senja mulai menyarungi angkasa, namun kelima pesawat belum juga mendarat di pangkalan.
Saat malam menjelang, pada pukul 18.04 transmisi radio terakhir terdengar dari Flight 19 yang mengindikasikan mereka berada di utara Bahama dan jauh di timur Florida. Letnan Taylor menyatakan bahwa bahan bakar pesawat pembom yang mereka terbangkan semakin menipis.
Pada 18.20, Taylor berinisiatif untuk meneruskan perjalanan ke arah timur. Ia memberi perintah darurat kepada seluruh pilot untuk merapatkan formasi agar bisa saling memantau. Lalu terdengar transimisi terakhir yang terpotong-potong: “Kita akan mendarat begitu melihat daratan… jika bahan bakar tinggal 10 galon, maka kita melakukan pendaratan di laut…”. Pada masa genting ini komunikasi radio dengan Flight 19 mengalami gangguan. Suaranya tak jelas kabur dan akhirnya menghilang. Suara terakhir yang terpantau adalah: “We are entering white water…, nothing seems right. We don’t know where we are, the water is green, no white….”


Misi Pencarian
Sampai pukul 19.00 ternyata tidak ada kabar lagi dari Flight 19. Kru darat di Fort Lauderdale kemudian meminta bantuan seluruh penerbangan AL AS untuk melakukan pencarian. Panggilan darurat itu dijawab dengan mempersiapkan sebuah pesawat amfibi Martin PBM Mariner dengan tim SAR laut militer. Semua kru dan tim berjumlah 13 orang.
Pukul 19.47, pesawat itu mengudara dan menjalankan misi pencarian. Namun naas, 23 menit setelah mengudara transmisi radio dari pesawat pencari ke darat tiba-tiba terputus. Dan tidak ada kabar mengenai pesawat tersebut. Belakangan ada laporan dari dua tanker yang berlayar di sekitar perairan tersebut bahwa mereka melihat bola api menghujam ke laut. Namun setelah mendekat ke arah jatuhnya bola api, mereka hanya menemukan sejumput genangan minyak tanpa ada bekas lain.
Pencarian berskala besar pun dilakukan yang berlangsung hingga 10 Desember 1945. Dilakukan penyisiran di seluruh kawasan yang mungkin bisa dilalui Flight 19, namun hasilnya tetap nihil.
Misi pencarian ini adalah yang terbesar dalam sejarah yang melibatkan ratusan kapal laut dan pesawat udara. Namun, kelima pesawat dalam Flight 19 tidak ditemukan jejaknya sama sekali begitu juga pesawat penyelamat PBM Mariner. Belakangan disimpulkan, pesawat penyelamat yang hilang itu diduga meledak karena kebocoran bahan bakar. Tetapi lima pesawat lain sama sekali tidak diketahui bagaimana persisnya mereka bisa menghilang.


Berbagai penjelasan dibuat untuk mengungkap misteri ini, namun hasilnya tetap saja tidak memberikan solusi pasti. Inilah bencana terbesar dalam sejarah penerbangan yang menambah seram misteri Segitiga Bermuda.

(Berbagai Sumber)